Tampilkan postingan dengan label untukmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untukmu. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

Salamku untuk Kau Saudaraku


karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
waasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
"jadilah hamba - hamba Allah yang bersaudara"
...
mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam - malam, bersujud dalam - dalam
bertafakur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu - kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

Senin, 19 September 2011

Sebuah Senja Bersama Aulia


Masih dalam suasana kepenatan dan capek usai ngasisteni dan menyelesaikan draft skripsi ketika temanku yang satu ini mengajakku untuk bertemu, aku cukup lama merindukanya sudah lama dia meninggalkan kota semarang ini, kupikir dia sudah tidak mau kembali lagi ke kota ini, karena mungkin sudah menemukan kehidupan yang lebih baik di kota lain, dia mengajakku bertemu disebuah cafe kecil dekat perumahan Asri Megah, tumben juga dia ngajak ketemu dicafe pikirku, dulu-dulu paling di warung penyet pinggir jalan paling banter juga warung nasi goreng pak gembul.
Cafe ini berukuran tidak begitu besar, dikonsep dengan sederhana, dengan tempat duduk tidak lebih dari 15 meja , ornamen bambu dan lukisan beraliran naturalis tampak menghiasi ruangan utama cafe ini,air mengalir yang menghiasi jendela semakin menambah kesan natural yang dibangun, dipadu dengan warna merah dan warna gelap yang diterangi dengan cahaya lampu remang-remang, cafe ini memang ideal untuk dijadikan anak-anak muda untuk nongkrong atau kumpul-kumpul dengan gaya gaulnya, tapi bagiku tentu yang lebih sering  beraktivitas dimasjid kampus tentu tidak terbiasa dengan kondisi seperti ini disamping kondisi keuangan yang memang khas anak kost banget.

Minggu, 18 September 2011

Surat Cinta



Sayang
ku tahu kau sangat merindukanku
merindukan segera pertemuan kita
tapi ku takut, ku malu
berjumpa bahkan untuk sekedar mencium aromamu
ketakutan merajai tubuhku
tak pantas, benar - benar tak pantas
masih banyak hina menyelimutiku
bahkan sering kali ku selingkuh dihadapanmu
meresapi kehinaan meragai jiwaku
tanpa menyisakan ruang untukmu
namun takutku
tak kemudian membuatku enggan untuk mengharapkanmu

Connect Us

Selamat bergabung

Side Ads

Footer Ads

Text Widget

Flexible Home Layout

Tabs

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

views

Follow Us