Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Rinai Hujan Kala Sirna



Hujan deras mengguyur kota solo siang ini, Langit pun dihiasi dengan kilatan petir yang menyambar. Suasana Jalan Slamet Riyadi, salah satu jalan protokol di Kota Solo,masih tetap ramai dengan lalu lalang berbagai macam kendaraan yang nekat menerobos derasnya hujan. Mau gimana lagi? Hujan tetaplah hujan, urusan kerjaan tetaplah mesti diselesaikan, mungkin itulah yang ada dalam pikiran orang-orang itu, terlebih jasa delivery order makanan cepat saji, laris sekali mereka di kala hujan seperti ini, beberapa bahkan berani mengusung semboyan tiga puluh menit sampai atau kami gratiskan, wuihh. Entahlah sudah berapa banyak lalu lalang kendaraan delivery order berlalu didepanku, aku tak memeperdulikannya, aku lebih memilih duduk santai menikmati hujan dari balik kaca resto jepang di salah satu sudut Jalan Slamet Riyadi ini. Karena urusan hujan ini pulalah rencana perjalananku di kota solo siang ini agak tertunda. Untung saja klienku mau memahami kondisi ini dan mau menjadwal ulang pertemuan yang seharusnya siang ini. Bagiku kota ini memiliki sebuah kesan tersendiri, ini bukan perjalanan pertamaku ke kota ini. Namun sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu ketika aku terakhir berkunjung ke kota ini. Cukup banyak perubahan yang aku temukan di kota terbesar kedua di jawa tengah ini.
Sambil menunggu pesenan makananku tiba, aku kembali fokus menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor di depan laptopku. Sejumlah file-file laporan keuangan beberapa perusahaan swasta dan BUMN menumpuk untuk diaudit segera. Pekerajaan sebagai auditor salah satu lembaga audit asing kenamaan memang menjadi prestige tersendiri buatku, walaupun kadang terasa memebosankan namun akau sadar disinilah jiwaku. Berkutat dengan berbagai macam angka, statistik, neraca keuangan sudah menjadi makananku sejak lama.
Sejenak aku mengalihkan perhatianku pada suasana restoran ini, cukup cozy dan menyenangkan menghabiskan waktu disini. Ornamen khas jepang berada disetiap penjuru ruangan, belum lagi ditambah arsitektur interior gaya asia timur menjadikan suasana benar-benar hidup. Meskipun begitu pengunjung disini bisa dibilang sepi siang ini. Cuma ada aku dan satu pengunjung lagi terpaut lima meja denganku, seorang pria paruh baya dengan kemeja hijau tengah asyik menikmati hidangan teriyaki yang ada didepannya. Aku kembali fokus pada laptop didepanku.
“Permisi Pak..ini pesenan bapak” Seorang pelayan muda mengagetkanku
“Oh iya makasih mbak..” kataku
“Ada yang mau dipesan lagi Pak?” pelayan itu berkata dengan senyum manis
“Oh cukup mbak makasih...”

Connect Us

Selamat bergabung

Side Ads

Footer Ads

Text Widget

Flexible Home Layout

Tabs

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

views

Follow Us