Hari sabtu pagi ini terasa begitu berbeda bagiku, ruang utama seminar GSG kali ini seolah-olah menjadi panggung pengadilan untukku, suara riuh mahasiswa memenuhi segenap penjuru ruanagan, sesekali sorak-sorai yel-yel fakultas dan tepuk tangan membahana ketika pertemuan akhir tahun ini dibuka oleh MC, beginilah suasana kongres mahasiswa yang dihadiri oleh seluruh lembaga mahasiswa mulai dari tingkat fakultas hingga unit kegiatan mahasiswa universitas, semua tumpah ruah menjadi satu, membahana dalam ruangan dengan lantai berundak-undak seperti panggung teater ini, smentara Mc masih membawakan acara dengan segala tata tertib yang harus dipatuhi, sambutan birokrasi dan rangkaian urutan acara lainnya, aku masih terduduk disalah satu bagian ruangan disebelah panggung utama. Duduk termenung menatap kosong kedepan, sementara disekitarku panitia kongres tampak sibuk kesana kemari dengan segala kesibukannya masing-masing. Para Menteri kabinet mahasiswa yang kubentuk setahun ini juga tampak memenuhi barisan depan tempat duduk bersama dengan ketua-ketua lembaga mahasiswa yang lain, aku memang sengaja mencari momen sendiri kali ini, sekedar mencari penghayatan sebelum aku benar-benar menuntaskan tugasku di lembaga eksekutif mahasiswa ini, masih teringat jelas pemilihan raya universitas yang berlangsung dua minggu lalu,seperti menjadi gong penutup tugas-tugasku yang akan disidangkan pagi ini, “akhirnya sebentar lagi selesai juga” ujarku pelan.
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 September 2011
Minggu, 18 September 2011
Surat Cinta
Sayang
ku tahu kau sangat merindukanku
merindukan segera pertemuan kita
tapi ku takut, ku malu
berjumpa bahkan untuk sekedar mencium aromamu
ketakutan merajai tubuhku
tak pantas, benar - benar tak pantas
masih banyak hina menyelimutiku
bahkan sering kali ku selingkuh dihadapanmu
meresapi kehinaan meragai jiwaku
tanpa menyisakan ruang untukmu
namun takutku
tak kemudian membuatku enggan untuk mengharapkanmu
Sabtu, 17 September 2011
Kawan ajarkanlah aku arti ikhlas
Pagi ini aku berjalan dengan langkah pasti menuju masjid kampus,memang disana setiap akhir pekan selalu diadakan kajian di pagi hari. Hari ini aku berharap untuk bisa bertemu dengan salah satu teman akrabku yang baru saja pulang kampung untuk menyelesaikan urusanya dengan orang tuanya. Sudah terhitung cukup lama untuk ukuran mahasiswa dia meninggalkan kami yang tengah padat-padatnya aktivitas di kampus.
Akupun memasuki pelataran masjid kampus dan kulihat disana sudah banyak orang yang menghadiri majelis ilmu ini, aku kemudian memasuki masjid dan bergabung dengan kawan-kawanku yang lain, namun belum kulihat temanku yang kunanti tadi, “kemana dia ya? kok belum ada disini ?” gumamku dalam hati, untuk menuntaskan rasa penaranku aku mencoba bertanya pada teman yang ada disebelahku yang merupakanku adik tingkat di fakultasku, ” Dik ,Lihat Mas Fatih dah datang kesini ? tanyaku
” beliau ada disebelah sana mas, ” katanya sambil menunjuk ke salah satu pojok bagian masjid.
“oh makasih ya dik” balasku
Aku kemudian sejenak meninggalkan tempat dudukku untuk menemui fatih yang tengah duduk disalah satu bagian masjid , kulihat wajahnya agak murung, ada apa dengan dia pikirku.
” assalamu’alaikum !” aku mengucapkan salam padanya.
Akupun memasuki pelataran masjid kampus dan kulihat disana sudah banyak orang yang menghadiri majelis ilmu ini, aku kemudian memasuki masjid dan bergabung dengan kawan-kawanku yang lain, namun belum kulihat temanku yang kunanti tadi, “kemana dia ya? kok belum ada disini ?” gumamku dalam hati, untuk menuntaskan rasa penaranku aku mencoba bertanya pada teman yang ada disebelahku yang merupakanku adik tingkat di fakultasku, ” Dik ,Lihat Mas Fatih dah datang kesini ? tanyaku
” beliau ada disebelah sana mas, ” katanya sambil menunjuk ke salah satu pojok bagian masjid.
“oh makasih ya dik” balasku
Aku kemudian sejenak meninggalkan tempat dudukku untuk menemui fatih yang tengah duduk disalah satu bagian masjid , kulihat wajahnya agak murung, ada apa dengan dia pikirku.
” assalamu’alaikum !” aku mengucapkan salam padanya.
Rabu, 14 September 2011
Ketika Cinta Tak Berbalas
Sebagai manusia biasa, kita tidak dapat memungkiri rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Mengambil istilah teman, “seakhwat-akhwatnya akhwat, tetap saja wanita biasa. Seikhwan-ikhwannya ikhwan tetap saja lelaki biasa”. Bagi kita para Ikhwah ‘jombloers’ mungkin saja pernah merasakan magnet yang begitu dahsyat, getaran hebat, desiran kuat, dan lain sebagainya saat kita bertemu dengan seseorang yang luar biasa menurut pandangan kita. entah ketampanan/kecantikannya, kesholehannya, atau banyak alasan yang lain yang seringkali tidak dapat dilogika, karena cinta tak kenal logika (katanya... hehehe...).
Terkadang disadari atau tidak, terbersit rasa yang manusiawi, sebuah anugerah Allah. Saya tidak akan menghakimi anda untuk segera membunuh rasa itu, tapi pandai-pandailah memanaj anugerah terindah itu. Ungkapkan jika kamu mampu dan berani, lalu melangkahlah ke jenjang berikutnya segera. Jika tidak, simpanlah rasa itu, dekatkan diri pada Pemilik Rasa, wallahualam apa yang terjadi berikutnya adalah urusanmu dengan-Nya.
“tapi ga sesimpel itu!! Ya kalo aku nyatakan terus diterima, kalo ga?”
Kalau ga, pasrahlah. Percayalah Allah akan memberimu yang lebih baik. Meski seringkali hasrat untuk hidup bersama sang pujaan begitu menggebu, namun apa daya jika cinta bertepuk sebelah tangan? Pendamlah rasa itu, kuburlah, simpan di suatu kotak kemudian kunci rapat dan letakkan kotak itu di sudut tergelap yang ada di hatimu. Kamu harus yakin, Allah paling Tahu apa yang terbaik bagimu. Dia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan. Anggap saja ini bagian dari liku kehidupan.
Suatu hari nanti saat kita telah menikah dengan orang lain -bukan dengan si dia yang kita idamkan- niscaya kita takjub dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Jangan terlalu yakin gals, bahwa sang pujaan akan datang ke rumahmu. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan jodoh tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena kamu cantik maka para ikhwan menyukaimu. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
THANKS to Allah,
Yang telah memberikan kenikmatan atas rasa ini dan menyelamatkan diri ini dari segala angan-angan kosong.
TERIMAKASIH
Kepada seseorang yang selalu baik akhlaknya,,,
Langganan:
Postingan (Atom)
Connect Us
Selamat bergabung