Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

Salamku untuk Kau Saudaraku


karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
waasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
"jadilah hamba - hamba Allah yang bersaudara"
...
mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam - malam, bersujud dalam - dalam
bertafakur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu - kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

Senin, 19 September 2011

Titik Ajaib


Menyejarah sebuah istilah yang kini ingin sekali aku wujudkan, sebuah prestasi atau manifestasi untuk kehidupan yang lebih berarti, sebuah kerinduan untuk menemukan kedamaian,ketentraman, terlepas dari frustasi atau kegalauan,menghindarkan diri dari ekspetasi tak menentu, mencari ujung penghidupan yang belum terurai, mematahkan simpul-simpul keruwetan dan kekakacaun
inilah penghidupan yang dengannya terabadikan semua karisma,bukan tipu daya tapi buah dan cerminan dari amal nyata,
inilah konsekuensi
inilah konsistensi
dimana aktivitas kita terukur,dimana amal-amal kita teruji keikhlasanya
sebuah pengingat dari frase kehidupan yang panjang
berpadu indah dalam sebuah prosa untuk generasi muda yang menyepi dalam taman-taman keimanan
dalam doa,puasa panjang dan pengorbanan
untuk kalianlah renungan CATATAN TERAKHIR ini aku pesembahkan:

Rabu, 14 September 2011

Ketika Cinta Tak Berbalas


Sebagai manusia biasa, kita tidak dapat memungkiri rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Mengambil istilah teman, “seakhwat-akhwatnya akhwat, tetap saja wanita biasa. Seikhwan-ikhwannya ikhwan tetap saja lelaki biasa”. Bagi kita para Ikhwah ‘jombloers’ mungkin saja pernah merasakan magnet yang begitu dahsyat, getaran hebat, desiran kuat, dan lain sebagainya saat kita bertemu dengan seseorang yang luar biasa menurut pandangan kita. entah ketampanan/kecantikannya, kesholehannya, atau banyak alasan yang lain yang seringkali tidak dapat dilogika, karena cinta tak kenal logika (katanya... hehehe...).
Terkadang disadari atau tidak, terbersit rasa yang manusiawi, sebuah anugerah Allah. Saya tidak akan menghakimi anda untuk segera membunuh rasa itu, tapi pandai-pandailah memanaj anugerah terindah itu. Ungkapkan jika kamu mampu dan berani, lalu melangkahlah ke jenjang berikutnya segera. Jika tidak, simpanlah rasa itu, dekatkan diri pada Pemilik Rasa, wallahualam apa yang terjadi berikutnya adalah urusanmu dengan-Nya.
“tapi ga sesimpel itu!! Ya kalo aku nyatakan terus diterima, kalo ga?”

Kalau ga, pasrahlah. Percayalah Allah akan memberimu yang lebih baik. Meski seringkali hasrat untuk hidup bersama sang pujaan begitu menggebu, namun apa daya jika cinta bertepuk sebelah tangan? Pendamlah rasa itu, kuburlah, simpan di suatu kotak kemudian kunci rapat dan letakkan kotak itu di sudut tergelap yang ada di hatimu. Kamu harus yakin, Allah paling Tahu apa yang terbaik bagimu. Dia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan. Anggap saja ini bagian dari liku kehidupan.

Suatu hari nanti saat kita telah menikah dengan orang lain -bukan dengan si dia yang kita idamkan- niscaya kita takjub dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Jangan terlalu yakin gals, bahwa sang pujaan akan datang ke rumahmu. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan jodoh tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena kamu cantik maka para ikhwan menyukaimu. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
THANKS to Allah,

Yang telah memberikan kenikmatan atas rasa ini dan menyelamatkan diri ini dari segala angan-angan kosong.


TERIMAKASIH
Kepada seseorang yang selalu baik akhlaknya,,,

Connect Us

Selamat bergabung

Side Ads

Footer Ads

Text Widget

Flexible Home Layout

Tabs

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

views

Follow Us